Senin, 03 November 2014

Tugas DFD dan Use Case



Koperasi Budi Luhur  adalah sebuah koperasi yang mengelola simpan pinjam bagi para anggotanya, berikut ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh bagian Kredit dalam menangani pemberian pinjaman bagi para anggotanya. Setiap kali bagian kredit akan memberikan pinjaman kepada Anggota maka Anggota diharuskan mengisi Formulir Permohonan Pinjaman yang berisi Nomor FPP, Tanggal Permohonan, Nomor Anggota, Nama Anggota,  Jumlah Permohonan dan Keperluan. Yang kemudian oleh Bagian Kredit dicatat dan disimpan kedalam Arsip FPP. Berdasarkan Arsip FPP tersebut Bagian Kredit  membuat Bukti Peminjaman yang diberikan kepada Anggota yang berisi No. BP, tgl BP, Nomor Anggota, Nama Anggota, Jumlah Realisasi, Lama Angsuran, Jumlah Angsuran dan Bunga dan rangkapnya disimpan kedalam Arsip BP. Setiap Bulan Anggota diharuskan membayar Angsuran sejumlah Angsuran yang disepakati pada saat Peminjaman yang kemudian oleh bagian Kredit dicatat dan direkam kedalam Arsip Angsuran. Berdasarkan Arsip Angsuran tersebut bagian Kredit membuat  Bukti Angsuran yang diberikan kepada Anggota yang berisi No. BA, Tanggal BA, No. BP, Jumlah Angsur dan Bunga kemudian rangkapnya disimpan dalam arsip BA. Pada akhir bulan Bagian Kredit selalu membuat Laporan Peminjaman berdasarkan arsip bukti pinjam dan Laporan Angsuran berdasarkan Arsip bukti angsur yang diberikan Kepada Ketua Koperasi.

DFD Level 0


DFD Level 1


DFD Level 2
Permintaan


Angsuran


Cetak


Use Case


Senin, 27 Oktober 2014

REVIEW MATERI SPK

Definisi Model :
  1. Representasi dari sebuah obyek atau situasi aktul
  2. Penyederhanaan dari suatu realitas yang kompleks
  3. Mewakili  berbagai aspek dari realitas yang sedang dikaji
  4. Memperlihatkan hubungan langsung maupun tidak langsung serta kaitan timbal balik dalam istilah sebab akibat.

Model berdasarkan jenisnya (umum) :
  1. Model Ikonik
  2. Model Analog
  3. Model Simbolik
Pengertian Model Ikonik
 
Perwakilan fisik dari beberapa hal :
  • Berdimensi dua (foto, peta)
  • Berdimensi tiga (prototipe alat atau mesin)
Pengertian Model Analog (Model Diagramatik) :
Mewakili situasi dinamik yaitu keadaan berubah menurut waktu.
Contoh :

Kurva permintaan 
Diagram Alir

Pengertian Model Simbolik (Model Matematik) :
  • Perwakilan dari realitas yang sedang dikaji.
  • Format model simbolik dapat berupa bentuk angka, simbol dan rumus.
  • Jenis model simbolik yang umum dipakai adalah suatu persamaan (equation).

Model Berdasarkan Tujuan :
   1. Model Probabilistik
  • Menduga data/informasi terdahulu
  • Menduga peluang di masa depan
  • Berdasarkan asumsi terdapat jalur waktu
   2. Model Deterministik
  • Model kuantitatif yang tidak mempertimbangkan peluang kejadian.
  • ex. PERT (Program Evaluation Review Technique)
   3. Model Deskriptif
  • Mempermudah penelaahan suatu permasalahan
  • Dapat diselesaikan secara eksak serta mampu mengevaluasi hasilnya dari berbagai pilihan data input

Sistem : komponen-komponen atau bagian-bagian yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan.
 Syarat sistem :
  • Kesatuan (unity).
  • Hubungan fungsional.
  • Tujuan yang berguna
Struktur : Input,Proses,Output,Boundary,Environment,Feedback
 
Sistem dan Lingkungan Luarnya 
 
 
Pemodelan Berdasarkan Skenario :
Merupakan pemodelan sistem yang dilakukan dari sudut pandang pengguna.
Pemodelan ini menggunakan UML (Unified Modeling Language) yang dijelaskan pada pertemuan lain.

Pemodelan Berdasarkan Aliran :
Pemodelan ini mendefinisikan bagaimana obyek-obyek data ditransformasikan oleh fungsi proses.
Biasanya dimodelkan dengan Data Flow Diagram.
Pemodelan Berbasis Kelas :
Pemodelan ini mendefinisikan obyekatribut dan relasi.
Biasanya menggunakan ERD (entity Relationship Diagram) atau Class Diagram.
 




Pemodelan Berbasis Perilaku :
Pemodelan ini lebih mengarah pada perilaku dari sistem atau produk.
Menggambarkan bagaimana sistem atau perangkat lunak akan merespon jika ada event dari luar.
Contoh : Sequence Diagram
 
Tujuan pemodelan sistem :
1.Mempermudah dalam memahami gambaran sistem sesuai kebutuhan customer
2. Mempermudah mendiskusikan perubahan dan koreksi terhadap 
3. kebutuhan pemakai dengan resiko dan biaya minimal
4. Merupakan jembatan penghubung antara gambaran sistem dan model design

METODOLOGI TERSTRUKTUR

Diagram Aliran Data (Data Flow Diagram)
  •        Fungsi atau proses apa yang ada di dalam sebuah sistem.
  •        Menunjukkan bagaimana data diproses












ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM (ERD)








TRANSFORMASI ERD KE LOGICAL RECORD STRUCTURE (LRS)











TRANSFORMASI LRS KE TABEL ATAU RELASI








 
 

NORMALISASI


TAHAP MEMBUAT ERD
1.Keluarkan semua atribut yang dimiliki oleh dokumen sumber
2.Tentukan Atribut yang dapat menjadi Primary Key jika TIDAK ADA boleh DIBUAT BARU  lalu tentukan ketergantungan atribut terhadap primary key nya
3.Tentukan nama entitas dari kelompok atribut yang telah bergantung terhadap primary keynya.
4.Gambarkan hubungan masing-masing entitas beserta atribut – atributnya.
5.Tentukan Cardinality/tingkat hubungan dari masing-masing Entitas yang telah terhubung.


UML 
Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak.
UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem.
Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasa bahasa berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau VB.NET. Walaupun demikian, UML tetap dapat digunakan untuk modeling aplikasi prosedural dalam VB atau C.
 
 
SEJARAH UML 
 



DIAGRAM-DIAGRAM UML 
 

USECASE DIAGRAM 
Menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”.
Menggambarkan kebutuhan system dari sudut pandang user
Mengfokuskan pada proses komputerisasi (automated processes)
Menggambarkan hubungan antara use case dan actor
Use case menggambarkan proses system (kebutuhan system dari sudut pandang user)
Secara umum use case adalah:
Pola perilaku system
Urutan transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu actor
Use case diagram terdiri dari
Use case
Actors
Relationship
System boundary boxes (optional)
Packages (optional)
 
Usecase

Usecase dibuat berdasar keperluan actor, merupakan “apa” yang dikerjakan system, bukan bagaimana” system mengerjakannya Usecase diberi nama yang menyatakan apa hal yang dicapai dari hasil interaksinya dengan actor. Usecase dinotasikan dengan gambar (horizontal ellipse) Usecase biasanya menggunakan  kata kerja Nama use case boleh terdiri dari beberapa kata dan tidak boleh ada 2 use case yang memilikinama yang sama.

Actor 
Actor menggambarkan orang, system atau external entitas / stakeholder yang menyediakan atau menerima informasi dari system
Actor menggambarkan sebuah tugas/peran dan bukannya posisi sebuah jabatan
Actor memberi input atau menerima informasi dari system
Actor biasanya menggunakan Kata benda
Tidak boleh ada komunikasi langsung antar actor
Indikasi <<system>> untuk sebuah actor yang merupakan sebuah system
Adanya actor bernama “Time” yang mengindikasikan scheduled events (suatu kejadian yang terjadi secara periodik/bulanan)
Letakkan actor utama anda pada pojok kiri atas dari diagram
 

Association
Associations bukan menggambarkan aliran data/informasi
Associations digunakan untuk menggambarkan bagaimana actor terlibat dalam use case
Ada 4 jenis relasi yang bisa timbul pada use case diagram
1.Association antara actor dan use case
2.Association antara use case
3.Generalization/Inheritance antara use case
4.Generalization/Inheritance antara actors

Association antara actor dan use case 
Ujung panah pada association antara actor dan use case mengindikasikan siapa/apa yang meminta interaksi dan bukannya mengindikasikan aliran data
Sebaiknya gunakan Garis tanpa panah untuk association antara actor dan use case
association antara actor dan use case yang menggunakan panah terbuka untuk mengindikasikan bila actor berinteraksi secara pasif dengan system anda
 
 Association antara use case :
<<include>> termasuk didalam use case lain (required) / (diharuskan) 
Pemanggilan use case oleh use case lain, contohnya adalah  pemanggilan sebuah fungsi program
Tanda panah terbuka harus terarah ke sub use case
Gambarkan association include secara horizontal


<<extend>> perluasan dari use case lain jika kondisi atau syarat terpenuhi
Kurangi penggunaan association Extend ini,
  terlalu banyak pemakaian association ini membuat diagram sulit dipahami.
Tanda panah terbuka harus terarah ke parent/base use case
Gambarkan association extend secara vertical


Generalization/inheritance antara use case
Generalization/inheritance digambarkan dengan sebuah garis berpanah tertutup pada salah satuujungnya yang menunjukkan lebih umum.
Gambarkan generalization/inheritance antara use case secara vertical dengan inheriting use case dibawah base/parent use case
Generalization/inheritance dipakai ketika ada sebuah keadaan yang lain sendiri/perlakuankhusus (single condition)

Generalization/inheritance antara actor
Gambarkan generalization/inheritance antara actors secara vertical dengan inheriting actordibawah base/parent use case.


Use case System boundary boxes :
Digambarkan dengan kotak disekitar use case, untuk menggambarkan jangkauan system anda(scope of of your system).
Biasanya digunakan apabila memberikan beberapa alternative system yang dapat dijadikan pilihan.
System boundary boxes dalam penggunaannya optional.

Activity Diagram :
Menggambarkan proses bisnis dan urutan aktivitas dalam sebuah proses.
Dipakai pada business modeling untuk memperlihatkan urutan aktifitas proses bisnis.
Struktur diagram ini mirip flowchart atau Data Flow Diagram pada perancangan terstruktur.
Sangat bermanfaat apabila kita membuat diagram ini terlebih dahulu dalam memodelkan sebuah proses untuk membantu memahami proses secara keseluruhan.
Activity diagram dibuat berdasarkan sebuah atau beberapa use case pada use case diagram.

Simbol Activity Diagram :


Class Diagram :
    
Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek.
Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).
Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.
Class memiliki tiga area pokok :
1. Nama (dan stereotype)
2. Atribut
3. Metoda


Atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut :
      –Privatetidak dapat dipanggil dari luar class yang bersangkutan.
    –Protectedhanya dapat dipanggil oleh class yang bersangkutan dan anak-anak yangmewarisinya.
     –Publicdapat dipanggil oleh siapa saja.

Hubungan Antar Class
1. Asosiasi, yaitu hubungan statis antar class. Umumnya menggambarkan class yang memiliki atribut berupa class lain, atau class yang harus mengetahui eksistensi class lain. Panah navigability menunjukkan arah query antar class.
2. Agregasi, yaitu hubungan yang menyatakan bagian (“terdiri atas..”).
3. Pewarisan, yaitu hubungan hirarkis antar class. Class dapat diturunkan dari class lain dan mewarisi semua atribut dan metoda class asalnya dan menambahkan fungsionalitas baru, sehingga ia disebut anak dari class yang diwarisinya. Kebalikan dari pewarisan adalah generalisasi.
4. Hubungan dinamis, yaitu rangkaian pesan (message) yang di-passing dari satu class kepada class lain. Hubungan dinamis dapat digambarkan dengan menggunakan sequence diagram yang akan dijelaskan kemudian. 
 

Contoh Class Diagram 
 
 
Multiplicity 
 

Sequece Diagram 
        Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).
     Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan skenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Diawali dari apa yang men-trigger aktivitas tersebut, proses dan perubahan apa saja yang terjadi secara internal dan output apa yang dihasilkan.
        Diagram ini secara khusus berasosiasi dengan use case diagram.
Memperlihatkan tahap demi tahap apa yang seharusnya terjadi untuk menghasilkan sesuatu didalam use case.
 

Simbol Sequence Diagram
 

 
Contoh Sequence Diagram



 
 
Collaboration Diagram
  
Collaboration diagram juga menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu Penyampaian message.
Setiap message memiliki sequence number, di mana message dari level tertinggi memiliki nomor 1. Messages dari level yang sama memiliki prefiks yang sama.

Contoh Collaboration Diagram

 
Deployment Diagram
        Deployment/physical diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal.
       Sebuah node adalah server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk men-deploy komponen dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar node (misalnya TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram ini.

Component Diagram
        Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency) di antaranya.
        Komponen piranti lunak adalah modul berisi code, baik berisi source code maupun binary code, baik library maupun executable, baik yang muncul pada compile time, link time, maupun run time.
        Pada umumnya komponen terbentuk dari beberapa class dan/atau package, tapi dapat juga dari komponen-komponen yang lebih kecil.
        Komponen dapat juga berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain.
 
Contoh Component Diagram

Contoh Component dan Deployment Diagram